Sabtu, 10 Desember 2016

Jangan lupa di share ya agar banyak jiwa yang di berkati
Karakter Terbaik Kaleb

Prinsip pembentukan karakter
Roma 8:28-30
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.(TB)

Karakter terbaik Kaleb adalah Komitmen mengikuti Tuhan

Bilangan 14:24
Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.(TB)
Kaleb mendapatkan janji Tuhan dan mewarisi kepada anak cucunya
Yosua 14:14
Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.(TB)

Komitmen mengikuti Tuhan yang dimiliki Kaleb

1. Komitmen mengikuti Tuhan dengan segenap hati
Yosua 14:8-9, Wahyu 2:4-5, Galatia 6:9
Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.(TB)

2. Komitmen mengikuti Tuhan dengan kesetiaan

Yosua 14:14
Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.(TB)
Ibrani 10:36
Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.(TB)


Kamis, 03 November 2016

Jangan lupa di share ya agar banyak jiwa yang di berkati
Diberkati untuk menjadi berkat ~ Secara teologis, TUHAN Allah merupakan sumber, pemilik dan pemberi BERKAT kepada kita. Pemberian BERKAT oleh TUHAN Allah sebagai bukti kasih dan tanggung jawab serta PENGGENAPAN janji pemeliharaan-Nya yang sempurna bagi kita. Di sisi lain, pada kita bukan saja punya HAK untuk menikmati BERKAT pemberian TUHAN Allah.


Tetapi juga, pada kita ada TANGGUNG JAWAB yaitu sebagai AGEN PENYALUR BERKAT bagi sesama. Pertanyaan yang patut diajukan ialah: “Prinsip apa yang harus ditumbuh-kembangkan dalam rangka untuk menjadi berkat?”

1. Jangan genggam erat berkat itu.
Kejadian 12:1 “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu”.
Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa ada orang-orang yang menggenggam terlalu erat berkat itu bagi diri mereka. Dan orang-orang yang hidup dengan cara demikian, akhir hidupnya sangat tragis.
 Lukas 12:13-21 = orang kaya yang bodoh.
 Kisah Para Rasul 5:1-11 = Ananias dan Safira
 Abram tahu persis akibat negative dari menggenggam erat berkat itu. Karenanya, dia melepaskan genggamannya dari berkat, lalu dia melakukan beberapa hal:
 Pergilah dari negerimu – bicara tentang wilayah kekuasaan.
 Pergilah dari sanak saudaramu – bicara tentang relasi, hubungan, keintiman.
 Pergilah dari rumah bapamu – bicara tentang warisan.
 Abram meninggalkan semua itu dan mengikuti ekspansi ilahi.
 Prinsip tersebut dipahami oleh Ayub, sehingga dalam kehilangan yang besar, Ayub mengatakan: “TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil terpujilah nama TUHAN”.

2. Jangan setengah hati 
Kejadian 12:4 “Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran”.

 Dalam rangka untuk menjadi berkat, TUHAN Allah tidak menghendaki kita melakukannya dengan setengah hati.
 Mengasihi dengan setengah hati, berdoa dengan setengah hati, memberi dengan setengah hati, dll. Hal semacam ini tidak layak menjadi berkat bagi orang lain.
 Jangan menoleh ke belakang – Lukas 9:57-62.
 Kadang-kadang masa lalu kita menjadi penghalang untuk menjadi berkat.
 TUHAN Allah menuntut totalitas kita dalam rangka untuk menjadi berkat.
 TUHAN Allah menuntut perhatian menyeluruh dan konsentrasi penuh dari Abram.
 Untuk kepentingan Kerajaan Allah, kita harus total melakukan segala sesuatu.

3. Jangan takut menanggung resiko 
Kejadian 12:3 “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat”.
 Cerita: seekor burung yang jatuh cinta kepada mawar putih.
 Mencintai hingga terluka.
 Dalam rangka untuk menjadi berkat, ada harga yang harus dibayar.
 Di jalan menjadi berkat, tidak semua orang akan mendukung kita.
 Akan ada orang-orang yang tidak senang ketika kita menjadi berkat.
 Ada yang memberkati tetapi juga ada yang mengutuk.
 Tapi TUHAN Allah adalah Pembela yang Agung. Dia pasti membela kita dari semua orang yang menentang jalan kita menjadi berkat.

Pada waktu TUHAN Allah memberi BERKAT kepada kita, tentu Dia punya misi melalui kita. Misi-Nya ialah supaya kita menjadi alat BERKAT bagi sesama. Dan untuk menjadi alat BERKAT bagi sesama, maka sikap yang benar ialah: pertama, jangan genggam erat berkat itu; kedua, jangan setengah hati; ketiga, jangan takut menanggung resiko. Kiranya TUHAN Allah menolong kita untuk mewujudkannya. Amin


Selasa, 01 November 2016

Jangan lupa di share ya agar banyak jiwa yang di berkati

Pemuridan merupakan suatu proses pelipatgandaan secara dinamis yang dapat menjangkau generasi penerus, bahkan berpengaruh dalam abad yang akan datang. Mengambil teladan seorang yang bernama Edward Kimball, seorang guru sekolah minggu dalam tahun 1800-an, yang memulai pelayanan pemuridan dalam kelasnya. Hasilnya begitu nyata, dan bahkan mungkin saudarapun merupakan hasil langsung dari pelipatgandaan rohani yang dilakukan Kimball.

Hasil gambar untuk pemuridan
Dimulai dengan beban Kimball untuk menjangkau setiap anak yang terhilang untuk dibawa kepada Kristus. Salah satunya adalah seorang pemuda miskin yang bekerja di sebuah toko sepatu. Tidak ada harapan sedikitpun bahwa pemuda tersebut bakal berguna bagi masyarakat. Tetapi pemuda ini, yaitu Dwight L. Moody, kemudian menjadi terkenal sebagai perintis tehnik-tehnik modern di bidang pekabaran Injil massa. Selama pelayanannya, seorang pendeta yang bernama F.B Meyer diperbaharui oleh Roh Kudus. Dari pengajaran F.B Meyer, seorang pendeta muda yang bernama J. Wilber Chapman mengalami perubahan.
Meskipun J. W. Chapman dipakai Tuhan di seluruh dunia untuk membawa orang kepada Kristus, seorang pembantu dalam kampanye kebangunan rohani Chapman, seorang bekas juru tulis dari MCA yang meneruskan rantai pelipatgandaan Kimball. Namanya ialah Billy Sunday.
Billy Sunday berkhotbah melintasi seluruh Amerika Utara dengan hasil yang menakjubkan. Kebangunan rohaninya di Charlotte, North Carolina menghasilkan beberapa petobat yang mengorganisir sebuah kelompok doa, agar Tuhan melanjutkan pelayanan penginjilan melalui orang-orang di Charlotte. Mereka mengundang Mordecai Ham untuk berbicara. Selama suatu pertemuan, beberapa remaja telah dimenangkan kepada Kristus. Termasuk seorang pemuda yang bernama Billy Graham. Dan rantai pelipatgandaan ini masih berlangsung hingga saat ini.
Kristus memanggil kita menjadi murid-murid yang secara rohani melipatgandakan dirinya, menjangkau orang lain... menjangkau orang lain... menjangkau orang lain.
ARTI PEMURIDAN
Kata Yunani untuk murid adalah mathetes, dipergunakan 269 kali dalam kitab-kitab Injil dan Kisah Para Rasul. Kata itu berarti orang "yang diajar" atau "dilatih". Mereka bukan hanya seorang murid, tetapi seorang pengikut; mereka mencerminkan sebagai tiruan sang guru.
Pemuridan adalah proses pendewasaan rohani, seseorang yang baru "lahir baru", sehingga tercapai:
  1. Pengetahuan yang benar tentang Anak Allah (Kolose 3:10)

  • Menjadi seperti Kristus dalam karakter (2 Korintus 3:18; Filipi 2:5)


  • Cakap dalam melayani (2 Timotius 2:2)

  • Menjadi Kristen tanpa pernah menjadi murid, akan membuatnya hanya sebagai "bayi-bayi rohani". Seorang bayi hanya mengkonsumsi susu, demikian juga bayi rohani. Mereka tidak dapat mengkonsumsi makanan keras. "Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa" (Ibrani 5:11-14; 1 Korintus 3:2). Bahkan banyak terjadi orang yang baru saja menerima Tuhan Yesus meninggalkan imannya dari Tuhan. Hal itu terjadi karena yang bersangkutan tidak segera dimuridkan.
    Pemuridan itu merupakan hal yang penting untuk dilakukan bukan hanya karena alasan-alasan di atas, tetapi lebih dari itu, karena pemuridan merupakan Amanat Agung Tuhan Yesus sebelum Ia naik ke surga; "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku..." (Matius 28:19). Mengakui Kristus sebagai Tuhan, berarti mengakui bahwa perintah-Nya mutlak untuk dilakukan.
    Diambil dari:
    Judul buletin:Empowering, Mei-Juni 2001
    Judul Arikel:Pemuridan: Jalan Menuju Kedewasaan Penuh dalam Kristus
    Penulis:Lydia CSES
    Halaman:11

    Sabtu, 22 Oktober 2016

    Jangan lupa di share ya agar banyak jiwa yang di berkati
     "Hidupku tak sama sejak Kau ada,
    Dan kini Engkaulah pusat segalanya"


    ==========================================

    Bagi dunia,

    Kebahagiaan itu ketika mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Apa saja?

    Yang dunia tawarkan : Popularitas, Jabatan, Keuangan, Kekayaan, Harta, Famous atau tidaknya seseorang, apalagi? Apapunlah yang ada didunia ini sepertinya bisa membuat bahagia seseorang. 


    =======================================================================



    God is Light in Him is no darkness at all. 1 John 1:5:
    Aku setuju dengan semua apa yang dunia tawarkan. 

    Karena tanpa uang, kita tidak bisa hidup. Karena tanpa jabatan, mungkin kita tidak bisa membuat orang percaya dengan pekerjaan kita. Tanpa popularitas, mungkin tidak ada artis atau aktor didunia ini. 


    ============================================

    Aku.

    Aku dulu hidup dalam kemeriahan. Setiap hari tidak ada susah. Tidak ada airmata. Hidupku bahagia.

    Setiap kali aku bilang kepada orangtuaku untuk berganti handphone, aku tidak usah menunggu lama. Dalam sekejap mata, handphone itu sudah ada.

    Setiap kali aku membutuhkan uang, tak ada sampai berapa lama aku harus menunggu, uang itu pasti sudah ada.

    Temanku banyak, sekolahku bergengsi. Aku tidak pernah berkekurangan sedikitpun. Namun, aku tidak bahagia. Hidupku rusak. Aku hidup didalam kenakalan remaja yang parah. Papa mamaku orang sibuk yang hampir setiap Minggu tidak ada waktu untuk mengajak anaknya jalan. 

    Sampai disuatu titik, ketika aku harus diperhadapkan dengan dunia sebenarnya, aku langsung sadar bahwa kehidupanku sangat gelap. Sudah terlalu jauh aku dari.. pelukan sang Bapa. 

    Sampai disuatu titik, Tuhan memutarbalikkan apa yang aku dan keluargaku punya, 

    Sampai aku tidak memiliki apapun lagi. Sampai aku tidak sanggup berkata lagi, bahwa aku harus menjalani semua itu, di tahun 2008. 

    Bahkan di tahun 2010, semua Ia ijinkan habis semuanya. Sampai aku benar - benar ada diposisi yang paling rendah, bahkan hina. 

    8 tahun sudah berlalu, dan waktu aku melihat kebelakang lagi, aku tidak pernah menyangka bahwa Tuhan akan membawa kehidupanku sampai sejauh ini, dimana bagiku, apa yang dunia tawarkan sekarang hanya menjadi kebutuhanku. Bukan kebanggaanku.



    With all my heart, I am waiting, Lord, for you. I trust Your promises.: Kebahagiaanku yang sejati, ketika aku mengijinkan Dia ada dalam hidupku dari apa yang aku butuh dan perlukan. Bukan hanya itu, ketika aku belajar untuk berlari kembali kepada pelukan sang Bapa. 

    Kebahagiaanku yang sejati, ketika aku melihat kasihNya yang begitu sempurna mengubah hidupku pelan - pelan dari seorang yang tidak bisa melakukan apapun, dan kini aku melihat hidupku jauh lebih baik dari masa laluku.

    Sampai aku boleh berkata, semua yang dunia tawarkan, jika tidak ada Tuhan didalamnya, itu tidak ada artinya sama sekali. Bahkan itu benar - benar kesia - siaan belaka.



    Tuhan lebih dari kata baik. Tuhan juga Raja dari segala apa yang ada. JanjiNya tidak pernah lalai. Dan, Ia selalu ada untukku dan kamu, siapapun yang membaca blog ini.


    Hari ini, choose to be happy. Dunia tidak selalu membuatmu tertawa. Yang bisa membuatmu damai, adalah ketika aku dan kamu, kembali...


    Kembali, kepada pelukan..



    Sang Bapa, yaitu Yesus.



    Rabu, 19 Oktober 2016

    Jangan lupa di share ya agar banyak jiwa yang di berkati
    Tidak mudah menjadi orang benar; jauh lebih mudah menjadi orang yang membenarkan diri. Menjadi orang benar berarti hidup sesuai kehendak Tuhan sedangkan membenarkan diri adalah hidup sesuai kehendak diri sendiri. Mari kita lihat mengapa kecenderungan kita adalah membenarkan diri.
    1. Kita adalah manusia yang tidak ingin disalahkan. Daripada disalahkan kita beralih menyalahkan lingkungan atau orang lain. Sewaktu Tuhan memanggil Adam, ia menyalahkan Hawa dan akhirnya Hawa menyalahkan si ular yakni iblis. Di dalam hidup begitu banyak masalah muncul gara-gara kita menolak disalahkan sewaktu memang kita selayaknya menanggung akibat itu. Begitu banyak pertikaian terjadi oleh karena kita menyalahkan orang yang tidak selayaknya menerima tanggung jawab itu.
    2. Kita adalah manusia yang ingin mendapatkan pujian. Itu sebabnya kita membenarkan diri sehingga pada akhirnya kita memperoleh pujian oleh karena kita dianggap benar. Pada dasarnya kita takut mendengar hal-hal yang berisikan kritikan dan dengan cepat menyimpulkannya sebagai ketidakmengertian orang akan siapa kita. Membenarkan diri merupakan upaya untuk menangkis kritikan.
    3. Kita adalah manusia yang sesungguhnya tidak mudah percaya pada niat baik orang. Itu sebabnya apa pun yang dikatakan orang, bila tidak berkenan di hati, dengan segera disimpulkannya sebagai niat buruk. Kita tidak percaya bahwa sesuatu yang tidak menyenangkan di telinga keluar dari niat baik dan untuk kebaikan kita. Itu sebabnya kita membenarkan diri dan menolak komentar orang yang tidak berkenan.
    Jika demikian halnya, apakah yang harus dilakukan agar kita dapat menjadi orang yang benar? Mazmur 92:13-16 mengajarkan bagaimanakah kita dapat menjadi orang yang benar. Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam, di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.
    1. Orang benar akan bertunas dan bertumbuh subur di dalam iman. Pertumbuhan adalah tanda adanya kehidupan. Jika kita hidup di dalam Tuhan maka kita akan bertumbuh pula. Pertumbuhan rohani diukur lewat pertumbuhan iman. Orang yang tidak bertumbuh hidup dalam kecemasan sebab ia mengkhawatirkan segalanya. Kita mengupayakan segalanya seakan-akan semua bergantung pada kita. Pada faktanya, Tuhan menentukan segalanya. Tugas kita adalah beriman kepada-Nya dan percaya pada kasih setia-Nya. Berulang kali orang Israel melihat Tuhan menyelamatkan dan memelihara mereka namun setiap kali masalah datang, mereka kembali mengeluh. Inti masalah bukanlah terletak pada keluhan melainkan pada ketidakpercayaan. Mereka terus tidak percaya bahwa Tuhan sanggup dan akan menyelamatkan dan memelihara mereka. Inilah tanda iman yang tidak bertumbuh. Pada akhirnya iman yang tidak bertumbuh akan mati.
    2. Orang benar adalah orang yang mengalami sendiri kebenaran perkataan Tuhan. Apa yang dijanjikan Tuhan pasti ditepati-Nya sebab Tuhan tidak berbohong. Itu sebabnya orang benar hidup sepenuhnya atas dasar kuasa pemeliharaan Tuhan. Ia tidak ragu atau takut; ia yakin bahwa Tuhan mengatur segalanya dengan sempurna. Ia tidak khawatir disalahkan sebab tanggung jawabnya adalah kepada Tuhan sendiri. Ia tidak takut penghakiman manusia sebab terpenting baginya hidup sesuai kehendak Tuhan. Orang benar hidup atas dasar setiap perkataan Tuhan; itu sebabnya ia tidak mencemaskan penilaian orang terhadapnya dan tidak merasakan perlu membenarkan diri.
    3. Orang benar bertahan dalam kebenaran sampai tua sebab ia terus menyaksikan pimpinan Tuhan atasnya tatkala ia hidup dalam kebenaran. Ia tidak cemas kehilangan apa yang diharapkannya karena ia tahu Tuhan sudah menetapkan porsi yang tepat untuknya. Itu sebabnya ia tidak terdorong untuk hidup dalam kecurangan; ia tahu bahwa dalam kebenaranlah ia akan mendapatkan berkat Tuhan. Ia terus bertahan sampai tua sebab ia tidak pernah kecewa pada Tuhan.
    Kesimpulan:
    Hidup orang yang benar akan menghasilkan buah yang lebat dan segar; sebaliknya hidup orang yang membenarkan diri dan berjalan dalam kecurangan, akan menghasilkan buah yang pahit.

    http://www.telaga.org/audio/menjadi_orang_benar

    Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” Mat 11:28
    Hasil gambar untuk stress berat
    Pada jaman sekarang kesibukan manusia semakin meningkat. Waktu terus berputar tanpa disadari. Hari berlalu demikian cepat, minggu demi minggu, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun. Beban yang dipikul dari setiap permasalahan membuat otak terus bekerja tiada henti. Tekanan demi tekanan datang pada setiap manusia. Tidak ada seorangpun yang tidak menghadapi masalah. Beban pikiran yang sangat berat membuat manusia mencari jalan keluar untuk meringankan beban mereka. Hiburanpun dicari mulai dari hiburan untuk keluarga, jalan-jalan ke mall hingga mencari hiburan di malam hari. Tidak sedikit yang masuk ke dalam kehidupan malam dan pergaulan seks bebas yang tentunya bertentangan dengan firman Tuhan. Apa yang mereka dapatkan hanyalah kenikmatan sesaat yang akan hilang ketika mereka kembali kepada realita kehidupan. Kesenangan yang didapatkan tidak bisa melepaskan mereka dari tekanan yang dihadapi. Bahkan masalah menjadi lebih berat ketika mereka jatuh ke dalam dosa dengan terlibat pada obat-obatan terlarang, kecanduan minuman keras, dosa perzinahan dan masih banyak lagi.
    Dalam kitab Matius 11 Tuhan memberikan jalan keluar bagi setiap orang yang mempunyai beban kehidupan yang sangat berat. Apakah yang harus dilakukan agar kita dapat mendapat kelepasan ?
    1. Datang kepada Tuhan
    Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamuMat 11:28
    Ketika kita ingin mendapat kelepasan dengan mencari kesenangan atau hiburan dari dunia, kita hanya akan mendapatkan ketenangan sesaat saja. Setelah itu beban berat akan datang kembali. Beban yang ada hanya akan hilang pada waktu kita mencari kesenangan dunia. Tidak ada yang dapat memberi kelepasan yang kekal selain Tuhan Yesus.
    Pada saat kita datang kepada Tuhan, Dia akan mencurahkan damai sejahtera-Nya bagi kita. Damai yang Tuhan berikan tidak dapat diberikan oleh dunia ini.
    Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” Fil 4:7
    Damai dari Tuhan akan menjaga hati dan pikiran kita dari tekanan yang ada. Kita akan merasakan kelepasan yang luar biasa ketika kita datang padaNya.
    2. Minta kekuatan dari Tuhan
    Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, berilah kekuatan-Mu kepada hamba-Mu” Maz 86:16a
    Mintalah kekuatan dari Tuhan untuk menjalani hari-hari kehidupan kita. Berserulah kepadaNya. “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau” Yer 33:3a
    Kekuatan baru Tuhan berikan bagi kita jika kita berdoa dan berseru kepadaNya. Kita memerlukan kekuatan yang baru untuk menghadapi setiap masalah kita. Janganlah mengandalkan kekuatan kita sendiri (Yer 17:5-6), karena kita bukanlah manusia super.
    Pererat hubungan kita dengan Tuhan, karena di dalam Dia ada kekuatan baru.
    Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” Yes 40:29-31
    Ketika anda menghadapi beban dan tekanan yang sangat berat, mari datang dan cari wajahNya. Jangan cari kelepasan dari dunia ini, karena dunia ini hanya dapat memberikan kesenangan sesaat saja. Tuhanlah yang empunya damai sejahtera, datang dan berserulah kepadaNya.
    Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan ” Mat 11:29-30

    Senin, 17 Oktober 2016

    Jangan lupa di share ya agar banyak jiwa yang di berkati "Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu."  Kejadian 39:2

    Hasil gambar untuk berhasil
         Sudah menjadi hal yang lumrah jika orang-orang dunia selalu mengukur atau menilai keberhasilan orang lain berdasarkan apa yang mereka punyai.  Orang dikatakan berhasil karena memiliki rumah megah, mobil mewah, jabatan tinggi, terkenal.

         Perhatikan ayat nas:  Yusuf disebut orang yang selalu berhasil, padahal bukankah ia hanya sebagai budak di rumah Potifar?  Memang cara pandang orang percaya dan orang dunia itu berbeda.  Keberhasilan bagi orang percaya bukan berdasarkan atas apa yang ia miliki, tetapi bergantung pada  'siapa'  yang ia miliki dalam hidup ini.  Yusuf disebut sebagai orang berhasil, bahkan akhirnya dipercaya sebagai penguasa Mesir karena ia memiliki Tuhan yang hidup, yang senantiasa menyertai hidupnya.

         Bangsa Israel selalu berhasil mengalahkan bangsa-bangsa lain dalam peperangan, saat mereka melibatkan Tuhan.  Firaun dan pasukannya tak berdaya di depan bangsa Israel oleh karena Tuhan yang berperang ganti mereka.  "Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."  (Keluaran 14:14).  Ketika bangsa Israel mengelilingi tembok Yerikho selama tujuh kali dengan meniup sangkakala, tembok itu pun runtuh.  Bani Moab, Amon dan orang Meunim bertekuk lutut ketika Yosafat dan rakyatnya bersorak-sorai menaikkan puji-pujian bagi Tuhan.  Itu semua karena siapa?  "...bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah."  (2 Tawarikh 20:15).  Kunci keberhasilan mereka bukan pada kekuatan angkatan perang dan senjata canggihnya, kereta dan kuda, tapi semata-mata karena Tuhan ada di tengah-tengah mereka.  "Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan Tuhan."  (Amsal 21:31).

         Oleh karena itu andalkan Tuhan dalam segala hal.  Dialah yang menjadi jaminan hidup kita sepenuhnya.  Ketika Tuhan Yesus menyertai langkah hidup kita, perkara-perkara besar dan ajaib pasti akan terjadi sehingga hidup kita menjadi kesaksian banyak orang.

    "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"  Efesus 3:20

    HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN

    Sound Of Praise Bapa Kupercaya PadaMu

    Kita dipilih Jpcc

    Engkau Setia Jpcc

    Makna Natal 2017

    Dengan Apa Kan Kubalas

    Pelayanan IG

    Gabung yukkk
    KOMSEL: Selasa jam 18:00 wita-selesai...
    IG BERMISI: Jumat 18:00 wita - selasai...

    Terima ayat harian

    ------------Yesus Adalah Tuhan-----------

    Youth IG

    Kutipan Tentang Kehidupan

    Arti sebuah pengharapan

    INDONESIA PRAYER MOVEMENT

    Ilustrasi Pengorbanan Tuhan Yesus

    3 Cara meniggalkan Masa Lalu

    Ayat emas hari ini

    Search

    Ketik kata atau ayat:

    Alkitab Bahan

    Buku Tamu

    Popular Posts