Selasa, 20 Februari 2018

"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."  Matius 5:16
Setiap orang memiliki potensi memengaruhi orang lain di sekitarnya.  Pengaruh tersebut bisa positif maupun negatif.  Orang yang membawa pengaruh positif kita sebut motivator atau inspirator, di mana keberadaannya mampu memotivasi orang lain mengikuti jejaknya atau menjadi inspirasi bagi orang lain.  Sementara orang yang membawa pengaruh negatif atau buruk terhadap orang lain biasanya disebut provokator:  ia memrovokasi orang lain untuk melakukan tindakan yang negatif.






Minggu, 18 Februari 2018


MEROKOK, MIRAS, DAN NARKOBA

Dimanakah ayat yang menyebutkan tentang larangan merokok, minum minuman keras, dan pemakaian narkotika serta obat-obatan?
Sebelum jawaban atas pertanyaan ini diberikan, perlu kita sadari bahwa orang-orang yang hidupnya berjalan dalam kedagingan seringkali mencari alasan pembenaran agar tetap dapat hidup dalam kedagingan. Orang yang hidup dengan hati nuraninya yang bersih akan berkata: “apa manfaatnya dari merokok, minuman keras dan narkoba?”, sedangkan orang yang hidup dengan mengabaikan hati nuraninya akan berkata: “apa salahnya merokok, minuman keras dan narkoba?”

Ayat Alkitab tentang Minuman Keras:

1. Larangan untuk membuat minuman keras dan meminumnya
Yesaya 5:22 “Celakalah mereka yang menjadi jago minum dan juara dalam mencampur minuman keras.”
Ayat ini secara jelas menyebutkan tentang dua orang yang berkaitan dengan minuman keras, yang satu jago minum atau tukang mabuk dan yang kedua jago mencampur atau membuat minuman keras.
Yang dimaksud dengan minuman keras adalah minuman yang difermentasi dan oleh karenanya mengandung kadar alkohol di dalamnya yang cukup tinggi, sehingga dapat memabukkan. Intinya adalah segala minuman yang memabukkan.
Ayat ini telah banyak kali terbukti dengan banyaknya korban dari minuman keras apalagi yang dicampur-campur. Di berbagai kota di Indonesia, banyak anak-anak muda yang meninggal dunia akibat meminum minuman keras yang dicampur dengan berbagai macam cairan lainnya. Minuman keras atau beralkohol memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan, merusak otak dan menghilangkan kesadaran.









Jumat, 16 Februari 2018

Matius 22:39

 "Perintah yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Suatu ketika saya mengunjungi seorang teman yang sedang dirawat di rumah sakit. Penyakit tukak lambung yang dideritanya sejak masih kuliah dulu kambuh lagi. Ketika saya bertemu dengannya, saya bertanya, kenapa penyakit itu bisa kambuh lagi? Ia mengatakan bahwa belakangan ini dirinya sibuk sekali dengan pekerjaannya sampai lupa makan. Kadang-kadang bahkan bisa seharian ia lupa makan, dari pagi sampai malam. Dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, saya merenung, kenapa manusia bisa lupa makan? Kenapa manusia lalai merawat diri dan memenuhi kebutuhan pokok tubuhnya?














Rabu, 14 Februari 2018

Baca: Roma 10:4-13
"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan." Roma 10:9

Yohanes 3:16 berkata, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.". Ayat ini menunjukkan betapa Allah mengasihi manusia; Dia tidak menghendaki manusia mengalami kebinasaan kekal.
Untuk itulah Ia membuka jalan keselamatan bagi manusia melalui Yesus Kristus. Allah menawarkan keselamatan dengan jalan yang mudah, sangat sederhana: mengakui dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. "Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan." (ayat 10 dari Roma 10).
Related image


(Renungan Valentine Day)


Kolose 3:14  Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Tuhan banyak cara mendidik kita untuk memahami, banyak cara Dia melatih kita untuk lebih kuat. Seberapa buruk keadaan anda hari ini bukanlah suatu kesalahan dan bukan pula suatu kebetulan semata. Tuhan yang maha mengetahui dan mengijinkan semuanya terjadi, Dia tidak bermaksud untuk membiarkan anda terlalu senang atau membuat anda terlalu menderita sehingga berada dibatas kemampuan anda. Banyak cara Allah mendidik kita dan melatih kita tanpa kita sadari;
  • Ketika anda merasa diri SENDIRI,  Allah melatih kita untuk menghargai KEBERSAMAAN
  • Ketika Allah membiarkan anda di KHIANATI, Dia melatih kita untuk mengerti arti KESETIAN
  • Ketika anda TIDAK DIHARGAI Allah membuat kita sadar betapa pentingnya TALENTA yang dibrikanNya dalam hidup ini
  • Ketika anda merasa TAK BERARTI, TAK ADA KASIH SAYANG, TAK ADA PENGHARAPAN !! Yesus selalu ada dan MEMPERHATIKAN anda.
Image result for valentine

Senin, 12 Februari 2018




Baca: Wahyu 20:11-15

"Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu." Wahyu 20:12

Ada peribahasa mengatakan: "Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama baik". Ketika orang dipanggil Tuhan (mati) pasti meninggalkan kesan bagi orang-orang yang ditinggalkan: keluarga/kerabat, teman atau orang sekitarnya. Ada yang sangat mengesankan karena semasa hidupnya banyak berbuat baik, memperhatikan dan menolong orang lain, setia melayani tuhan, atau mungkin spektakuler prestasinya seperti Michael Jackson misalnya, yang meninggal beberapa bulan lalu, yang sampai-sampai dijuluki "The King of Pop". Tapi ada juga yang justru meninggalkan kesan negatif: jahat, kikir, cerewet, sering bolos ibadah, tidak jujur.
Image result for waktu

Sabtu, 10 Februari 2018


Kesalehan menurut sebagian orang adalah: rajin beribadah, seseorang yang lembut dan ramah, seseorang yang punya pengetahuan Alkitab yang baik, rajin berpuasa, doa berjam-jam, bangun jam 4 pagi, dll. Penilaian-penilaian itu tentu, sekali lagi, bisa benar, tetapi kadang juga bisa salah, karena tolok ukur kita hanya aspek luar manusia belaka. Lalu seperti apakah standar kesalehan itu? Saat ini kita akan menjawabnya dengan melihat teladan dari seorang tokoh dalam kisah kelahiran Yesus, yakni Yusuf, suami Maria, wanita yang melahirkan Yesus.
Matius 1:19. “Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.”
Related image

Kamis, 08 Februari 2018



Matius 5:21-30
“Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.”



Baca: Hakim-hakim 16:4-22

Lalu berserulah perempuan itu: "Orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: "Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia. (Hakim-hakim 16:20)
Membawa segelas air supaya tidak tumpah bukan masalah yang sulit. Tetapi bagaimana jika gelas air tersebut harus tetap berada di tangan kita selama berjam-jam? Tangan menjadi mati rasa dan gelas bisa terlepas tanpa terasa. Beban yang tampak ringan tak menjamin kita mampu bertahan menghadapinya.

Simson adalah manusia perkasa yang sanggup mengalahkan seekor singa dengan kekuatannya. Tetapi ternyata ia mengalami kekalahan dalam pelukan Delila. Logikanya, bukankah seekor singa jauh lebih berpotensi membunuhnya daripada rengekan Delila? Rengekan Delila, yang tampak sepele namun berulang terus-menerus, menjerumuskan Simson pada kehancuran. Simson membeli cinta Delila dengan rahasia kenazirannya. Mungkin ia merasa sanggup melepaskan diri dari segala masalah dengan kekuatan fisiknya. Ternyata iman Simson tak setangguh kekuatan fisiknya. Ia mengira dosa tak perlu dianggap serius. Sangkanya Tuhan tidak memperhitungkan dosanya karena tidak ada akibat yang langsung menimpanya.

Kesabaran Tuhan bukan kesabaran yang permisif: menoleransi dosa. Ketiadaan komitmen untuk mendedikasikan diri pada Tuhan akan membawa kita pada kebinasaan. Kemampuan diri yang tampak kuat dan godaan yang tampak sepele tidak menjamin kemenangan atau ketahanan iman. Tidak berkompromi dengan dosa sekecil apa pun dan senantiasa hidup di dalam Tuhan adalah pencegahan terbaik. Jika tak ingin terjebak dan mengalami kemalangan seperti Simson, janganlah berkompromi dengan dosa.—EBL
MESKI TAMPAK KECIL, CELAH DOSA SANGGUP MENGGEROGOTI IMAN KITA
HINGGA HABIS TAK BERSISA

Selasa, 06 Februari 2018



Apakah saudara bahagia? Tidak mudah menjawab pertanyaan tersebut, karena setiap orang memiliki alasan tersendiri. Kamus Indonesia mendefinisikan bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram.
Marylin Manroe, seorang bintang film tenar mengeluh, “Saya mempunyai uang, kecantikan dan daya tarik. Saya dipuja-puja orang. Seharusnya saya seorang wanita yang paling bahagia di dunia ini. Tetapi hati saya risau dan gelisah. Cerita akhir dari Marylin Manroe adalah meninggal karena bunuh diri dirumahnya.



HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN

Sound Of Praise Bapa Kupercaya PadaMu

Kita dipilih Jpcc

Engkau Setia Jpcc

Makna Natal 2017

Dengan Apa Kan Kubalas

Pelayanan IG

Gabung yukkk
KOMSEL: Selasa jam 18:00 wita-selesai...
IG BERMISI: Jumat 18:00 wita - selasai...

Terima ayat harian

------------Yesus Adalah Tuhan-----------

Youth IG

Kutipan Tentang Kehidupan

Arti sebuah pengharapan

INDONESIA PRAYER MOVEMENT

Ilustrasi Pengorbanan Tuhan Yesus

3 Cara meniggalkan Masa Lalu

Ayat emas hari ini

Search

Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan

Buku Tamu

Popular Posts