Senin, 08 Oktober 2018


Baca:  Amsal 25
"Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya."  Amsal 25:28

Penguasaan diri atau pengendalian diri adalah salah satu aspek dari buah Roh (baca Galatia 5:23).  Penguasaan diri adalah kemampuan Ilahi yang diberikan Tuhan kepada orang percaya:  merupakan ketetapan hati serta pikiran untuk menahan dan mengendalikan dirinya agar ia bereaksi, berbicara, berpikir dan bertindak sesuai dengan firman Tuhan.
Hasil gambar untuk renungan amsal 25:28


Jumat, 06 Juli 2018

Masalah yang paling sulit dihadapi anak muda zaman now adalah move on dari mantan. Bukan soal melupakan tampan atau cantiknya dia ataupun wangi parfum yang ia kenakan. Kali ini pada kenangan yang telah diberikannya padamu. Bunga mawar yang ia berikan atau boneka beruang yang masih tersimpan rapi di meja kerja jadi hal yang paling sulit dilupakan.
Apalagi kalau putusnya itu karena beda keyakinan atau lebih parah lagi ia meninggalkanmu tanpa sebab atau alasan yang jelas. Terkadang kita berfikir “Bagaimana mungkin bisa melupakannya, karena hati saja masih selalu tentangnya?”. Mungkin ini beberapa cara dari sekian juta cara yang bisa kamu lakukan untuk melupakannya.


Rabu, 04 Juli 2018


1mpactgeneration.blogspot.com  – Pengaplikasian cinta semestinya dimulai dari orang terdekat anda, yaitu keluarga dan sanak saudara anda. Ada begitu banyak orang yang dapat bersikap sangat baik dan sopan terhadap orang lain, namun tidak terhadap keluarganya sendiri. Apakah itu dapat disebut kasih yang sesungguhnya ?
Bagaimana mungkin mereka dapat berkata bahwa mereka memiliki kasih yang sesungguhnya seperti Kristus bila mereka bersikap seperti demikian? Mereka lebih peduli dengan orang lain ketimbang kepada orangtua/anak dan keluarganya sendiri. Cinta mereka adalah cinta yang palsu/semu; yaitu cinta yang tidak tulus, cinta yang ditunggangi oleh kepentingan diri sendiri, cinta demi uang dan kenamaan.
kasih yang sesungguhnya

Selasa, 19 Juni 2018

Lukas 10:39-40 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
Ada perbedaan besar antara mendengar dan mendengarkan. Di dalam bahasa Inggris, perbedaan kedua kata ini sangat jelas, yaitu hear (mendengar) dan listen (mendengarkan).
Saya berikan contoh. Anda dapat mendengar musik sambil mengendarai motor, tapi jika Anda adalah seorang musisi dan ingin mendengarkan dentuman bass, distorsi gitar, atau detil musik lainnya, Anda tidak dapat mendengarkannya sambil mengendarai motor. Anda perlu mencari tempat tenang agar Anda dapat fokus sepenuhnya kepada musik tersebut.
Sama halnya ketika Anda berada di sebuah ibadah. Anda tidak dapat mendengarkan khotbah  sambil menulis status di Facebook atau mengunggah foto di Instagram Anda.
Saat Yesus datang ke rumah Maria dan Marta, Maria memilih untuk duduk diam mendengarkan Yesus, sedangkan Marta langsung pergi ke dapur untuk mengerjakan ini dan itu. Menurut Anda, apakah Marta dapat mendengar Yesus berbicara sambil menyiapkan makanan? Tentu saja dapat, tetapi hanya sebatas mendengar sambil lalu, sedangkan Maria memilih untuk fokus mendengarkan.
Tidak cukup Anda hanya mendengar kebenaran Firman Tuhan, Anda perlu mendengarkannya. Hanya mendengar Firman Tuhan sambil lalu tidak akan mengubahkan hidup Anda. Sebaliknya, saat Anda duduk diam mendengarkan kebenaran, mencurahkan sepenuhnya fokus Anda, Firman tersebut akan mengubah hidup Anda.
Untuk fokus mendengarkan sesuatu, tidak cukup hanya menggunakan kedua telinga, Anda butuh memberikan hati, fokus, dan kehendak Anda. (penulis: @mistermuryadi)

Mazmur 25:10 Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
Kegagalan adalah hal yang menyebalkan. Saya tidak suka gagal, tetapi tidak dapat dipungkiri, dalam banyak hal, saya mengalami kegagalan, dan kegagalan mengajarkan saya banyak hal yang baik.

Selasa, 20 Februari 2018

"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."  Matius 5:16
Setiap orang memiliki potensi memengaruhi orang lain di sekitarnya.  Pengaruh tersebut bisa positif maupun negatif.  Orang yang membawa pengaruh positif kita sebut motivator atau inspirator, di mana keberadaannya mampu memotivasi orang lain mengikuti jejaknya atau menjadi inspirasi bagi orang lain.  Sementara orang yang membawa pengaruh negatif atau buruk terhadap orang lain biasanya disebut provokator:  ia memrovokasi orang lain untuk melakukan tindakan yang negatif.






Minggu, 18 Februari 2018


MEROKOK, MIRAS, DAN NARKOBA

Dimanakah ayat yang menyebutkan tentang larangan merokok, minum minuman keras, dan pemakaian narkotika serta obat-obatan?
Sebelum jawaban atas pertanyaan ini diberikan, perlu kita sadari bahwa orang-orang yang hidupnya berjalan dalam kedagingan seringkali mencari alasan pembenaran agar tetap dapat hidup dalam kedagingan. Orang yang hidup dengan hati nuraninya yang bersih akan berkata: “apa manfaatnya dari merokok, minuman keras dan narkoba?”, sedangkan orang yang hidup dengan mengabaikan hati nuraninya akan berkata: “apa salahnya merokok, minuman keras dan narkoba?”

Ayat Alkitab tentang Minuman Keras:

1. Larangan untuk membuat minuman keras dan meminumnya
Yesaya 5:22 “Celakalah mereka yang menjadi jago minum dan juara dalam mencampur minuman keras.”
Ayat ini secara jelas menyebutkan tentang dua orang yang berkaitan dengan minuman keras, yang satu jago minum atau tukang mabuk dan yang kedua jago mencampur atau membuat minuman keras.
Yang dimaksud dengan minuman keras adalah minuman yang difermentasi dan oleh karenanya mengandung kadar alkohol di dalamnya yang cukup tinggi, sehingga dapat memabukkan. Intinya adalah segala minuman yang memabukkan.
Ayat ini telah banyak kali terbukti dengan banyaknya korban dari minuman keras apalagi yang dicampur-campur. Di berbagai kota di Indonesia, banyak anak-anak muda yang meninggal dunia akibat meminum minuman keras yang dicampur dengan berbagai macam cairan lainnya. Minuman keras atau beralkohol memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan, merusak otak dan menghilangkan kesadaran.









Jumat, 16 Februari 2018

Matius 22:39

 "Perintah yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Suatu ketika saya mengunjungi seorang teman yang sedang dirawat di rumah sakit. Penyakit tukak lambung yang dideritanya sejak masih kuliah dulu kambuh lagi. Ketika saya bertemu dengannya, saya bertanya, kenapa penyakit itu bisa kambuh lagi? Ia mengatakan bahwa belakangan ini dirinya sibuk sekali dengan pekerjaannya sampai lupa makan. Kadang-kadang bahkan bisa seharian ia lupa makan, dari pagi sampai malam. Dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, saya merenung, kenapa manusia bisa lupa makan? Kenapa manusia lalai merawat diri dan memenuhi kebutuhan pokok tubuhnya?














Rabu, 14 Februari 2018

Baca: Roma 10:4-13
"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan." Roma 10:9

Yohanes 3:16 berkata, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.". Ayat ini menunjukkan betapa Allah mengasihi manusia; Dia tidak menghendaki manusia mengalami kebinasaan kekal.
Untuk itulah Ia membuka jalan keselamatan bagi manusia melalui Yesus Kristus. Allah menawarkan keselamatan dengan jalan yang mudah, sangat sederhana: mengakui dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. "Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan." (ayat 10 dari Roma 10).
Related image


(Renungan Valentine Day)


Kolose 3:14  Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Tuhan banyak cara mendidik kita untuk memahami, banyak cara Dia melatih kita untuk lebih kuat. Seberapa buruk keadaan anda hari ini bukanlah suatu kesalahan dan bukan pula suatu kebetulan semata. Tuhan yang maha mengetahui dan mengijinkan semuanya terjadi, Dia tidak bermaksud untuk membiarkan anda terlalu senang atau membuat anda terlalu menderita sehingga berada dibatas kemampuan anda. Banyak cara Allah mendidik kita dan melatih kita tanpa kita sadari;
  • Ketika anda merasa diri SENDIRI,  Allah melatih kita untuk menghargai KEBERSAMAAN
  • Ketika Allah membiarkan anda di KHIANATI, Dia melatih kita untuk mengerti arti KESETIAN
  • Ketika anda TIDAK DIHARGAI Allah membuat kita sadar betapa pentingnya TALENTA yang dibrikanNya dalam hidup ini
  • Ketika anda merasa TAK BERARTI, TAK ADA KASIH SAYANG, TAK ADA PENGHARAPAN !! Yesus selalu ada dan MEMPERHATIKAN anda.
Image result for valentine

Senin, 12 Februari 2018




Baca: Wahyu 20:11-15

"Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu." Wahyu 20:12

Ada peribahasa mengatakan: "Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama baik". Ketika orang dipanggil Tuhan (mati) pasti meninggalkan kesan bagi orang-orang yang ditinggalkan: keluarga/kerabat, teman atau orang sekitarnya. Ada yang sangat mengesankan karena semasa hidupnya banyak berbuat baik, memperhatikan dan menolong orang lain, setia melayani tuhan, atau mungkin spektakuler prestasinya seperti Michael Jackson misalnya, yang meninggal beberapa bulan lalu, yang sampai-sampai dijuluki "The King of Pop". Tapi ada juga yang justru meninggalkan kesan negatif: jahat, kikir, cerewet, sering bolos ibadah, tidak jujur.
Image result for waktu

Sabtu, 10 Februari 2018


Kesalehan menurut sebagian orang adalah: rajin beribadah, seseorang yang lembut dan ramah, seseorang yang punya pengetahuan Alkitab yang baik, rajin berpuasa, doa berjam-jam, bangun jam 4 pagi, dll. Penilaian-penilaian itu tentu, sekali lagi, bisa benar, tetapi kadang juga bisa salah, karena tolok ukur kita hanya aspek luar manusia belaka. Lalu seperti apakah standar kesalehan itu? Saat ini kita akan menjawabnya dengan melihat teladan dari seorang tokoh dalam kisah kelahiran Yesus, yakni Yusuf, suami Maria, wanita yang melahirkan Yesus.
Matius 1:19. “Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.”
Related image

Kamis, 08 Februari 2018



Matius 5:21-30
“Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.”



Baca: Hakim-hakim 16:4-22

Lalu berserulah perempuan itu: "Orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: "Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia. (Hakim-hakim 16:20)
Membawa segelas air supaya tidak tumpah bukan masalah yang sulit. Tetapi bagaimana jika gelas air tersebut harus tetap berada di tangan kita selama berjam-jam? Tangan menjadi mati rasa dan gelas bisa terlepas tanpa terasa. Beban yang tampak ringan tak menjamin kita mampu bertahan menghadapinya.

Simson adalah manusia perkasa yang sanggup mengalahkan seekor singa dengan kekuatannya. Tetapi ternyata ia mengalami kekalahan dalam pelukan Delila. Logikanya, bukankah seekor singa jauh lebih berpotensi membunuhnya daripada rengekan Delila? Rengekan Delila, yang tampak sepele namun berulang terus-menerus, menjerumuskan Simson pada kehancuran. Simson membeli cinta Delila dengan rahasia kenazirannya. Mungkin ia merasa sanggup melepaskan diri dari segala masalah dengan kekuatan fisiknya. Ternyata iman Simson tak setangguh kekuatan fisiknya. Ia mengira dosa tak perlu dianggap serius. Sangkanya Tuhan tidak memperhitungkan dosanya karena tidak ada akibat yang langsung menimpanya.

Kesabaran Tuhan bukan kesabaran yang permisif: menoleransi dosa. Ketiadaan komitmen untuk mendedikasikan diri pada Tuhan akan membawa kita pada kebinasaan. Kemampuan diri yang tampak kuat dan godaan yang tampak sepele tidak menjamin kemenangan atau ketahanan iman. Tidak berkompromi dengan dosa sekecil apa pun dan senantiasa hidup di dalam Tuhan adalah pencegahan terbaik. Jika tak ingin terjebak dan mengalami kemalangan seperti Simson, janganlah berkompromi dengan dosa.—EBL
MESKI TAMPAK KECIL, CELAH DOSA SANGGUP MENGGEROGOTI IMAN KITA
HINGGA HABIS TAK BERSISA

Selasa, 06 Februari 2018



Apakah saudara bahagia? Tidak mudah menjawab pertanyaan tersebut, karena setiap orang memiliki alasan tersendiri. Kamus Indonesia mendefinisikan bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram.
Marylin Manroe, seorang bintang film tenar mengeluh, “Saya mempunyai uang, kecantikan dan daya tarik. Saya dipuja-puja orang. Seharusnya saya seorang wanita yang paling bahagia di dunia ini. Tetapi hati saya risau dan gelisah. Cerita akhir dari Marylin Manroe adalah meninggal karena bunuh diri dirumahnya.



Jumat, 26 Januari 2018

Bacaan: Lukas 24 :28-35

Facebook adalah media pertemanan yang paling popular saat ini. Teman kita bisa teman sekolah, teman dalam persekutuan, anggota keluarga, teman kerja, teman sekampung, dll. Yang menarik, kita bisa juga berteman dengan seseorang yang belum pernah kita kenal dan belum pernah bertemu sebelumnya. Mereka muncul “menawarkan” untuk menjadi teman. Jika kita merespon permintaan mereka maka kita akan menjadi teman, saling mengirimkan sapaan, komentar, kata motivasi dan lain-lain. Menjadi teman yang akrab namun siapa mereka, kita tidak mengenalnya.

Related image



Baca: Yohanes 3:14-24

"Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia." Yohanes 3:17

Keselamatan adalah kebutuhan yang mutlak diperlukan setiap orang. Namun banyak orang kurang memahami arti keselamatan. Mereka tidak tahu bagaimana mendapatkan keselamatan itu sendiri.

Sering kita dengar mereka berkata, "Banyak jalan menuju Roma", artinya banyak jalan menuju sorga. Benarkah? "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah 4:12). Artinya jalan untuk memperoleh keselamatan hanya ada satu saja yaitu melalui Yesus Kristus. Dia berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6). Jadi, tak seorang pun akan mencapai Kerajaan Sorga jika mereka tidak percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Image result for keselamatan dalam Yesus



Kelaparan rohani

Mazmur 119 : 169 : 179
Berapa lama anda meluangkan waktu untuk membaca firman Allah dan merenung-renungkan kebenarannya ? apakah anda merasa kehilangan firman Allah tatkala anda mengabaikannya ? Thomas Guthrie menulis, “jika anda lebih mencintai suatu kesenangan lebih dari doa-doa anda, sebuah buku lebih dari pada Alkitab, seseorang lebih daripada Kristus, atau suatu kegemaran lebih daripada pengharapan akan surga-waspadahlah.” Jika setiap hari kita memakan firman Allah, maka kita akan merasa lapar bila tidak bersaat teduh. Namun, bila kita terus mengabaikannya, kita dapat kehilangan keinginan untuk mempelajari Alkitab. 

Kamis, 25 Januari 2018

Baca: RUT 3
Menarik untuk memperhatikan kisah cinta Boas dan Rut. Keduanya bertemu di ladang tuaian. Ketika Rut pertama kali datang ke ladang Boas sebagai seorang perempuan muda dan miskin, Boas sepertinya sudah tertarik pada Rut dan sudah bertanya-tanya latar belakang Rut. Boas mendengar dari orang-orang bahwa Rut adalah menantu Naomi, orang Moab dan Rut mengasihi mertuanya. Bisa jadi Boas jauh-jauh hari sudah mendoakan untuk mendapatkan istri yang penuh kasih, rajin, dan mengasihi keluarga besarnya, serta bisa jadi Boas pun tidak menghiraukan latar belakang suku calon istrinya.
Related image

Senin, 22 Januari 2018

Ayat Bacaan : Yeremia 20:1-18; Filipi 4:13

“Mengapa gerangan aku keluar dari kandungan, melihat kesusahan dan kedukaan, sehingga hari-hariku habis berlalu dalam malu” (Yeremia 20:18)

Mungkin ini berita gembira bagi para penderita stres.
Salah satu media memberitakan sebuah klinik di Amerika yang konon bisa mengurangi stres dengan Brainlink  alat untuk mengontrol “gelombang otak” (brainwave). Alat yang dirancang oleh Advanced Neurotechnologies dari Colorado Springs ini digunakan sebagai terapi stres. Caranya, si pasien dihubungkan dengan sebuah PC (komputer pribadi) melalui ikat kepala EEG (electro encephalography).
Pada ikat kepala ini terdapat sensor pendeteksi “gelombang otak”. Kemudian si penganalisis “mengatur” gelombang tersebut. Konon stres si pasien dapat dikurangi hingga 60%! Dunia mencoba memberikan solusi bagi orang stres, tetapi obat yang paling mujarab bukanlah itu. Hanya Allah sendiri yang dapat memberikan obat supranatural yang paling mujarab untuk para penderita stres.
Related image




Jumat, 19 Januari 2018

Baca:  Mazmur 56:1-14

"Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;"  Mazmur 56:4

Di tengah zaman yang serba sulit ini tekanan hidup kian berat, akibatnya banyak orang yang mudah stres dan tidak bisa mengendalikan diri.  Beberapa waktu lalu di televisi ada berita yang bikin hati kita miris:  ada seorang ibu yang rela membuang, bahkan nekat mebunuh bayinya sendiri oleh karena tidak kuat lagi menanggung biaya hidup.  Sungguh, saat ini banyak orang diserang oleh berbagai penyakit yang berbahaya, bukan penyakit yang menyerang secara fisik, tapi penyakit yang menyerang jiwa berupa:  penyakit kekuatiran, ketakutan, kecemasan, frustasi, stres, putus asa dan sebagainya.  Faktor ekonomi seringkali menjadi penyebab utama itu semua.
Image result for susah


Kamis, 18 Januari 2018

Dan banyak dari antara orang-orang 
yang telah tidur di dalam debu tanah, 
akan bangun, sebagian untuk mendapat 
hidup yang kekal, sebagian untuk 
mengalami kehinaan dan 
kengerian yang kekal. Daniel 12:2.

Image result for neraka


Markus 5:13.Yesus mengabulkan permintaan 
mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan 
memasuki babi-babi itu.Kawanan babi yang 
kira-kira 2.000 jumlahnya itu terjun dari tepi 
jurang ke dalam danau dan mati lemas di 
dalamnya.




Yohanes 4:3, 4 "Ia pun meninggalkan Yudea 
dan kembali lagi ke Galilea. Ia harus 
melintasi daerah Samaria." 


Apa yang dikerjakan Yesus tidak pernah 
kebetulan, termasuk ketika Alkitab mencatat 
"Ia harus melintasi daerah Samaria"
Ada hal apa sebenarnya di sana? 

Rabu, 17 Januari 2018

Apa yang terbayang dalam pikiranmu ketika mendengar kata “disiplin”? Bagiku, kata “disiplin” membuatku membayangkan sesuatu yang menyeramkan, bisa jadi itu suatu hukuman, sesuatu yang membatasi, dan tidak keren.
Padahal, sadar ataupun tidak, setiap hari kita selalu diperhadapkan dengan latihan kedisiplinan. Sejak kecil dulu orangtua kita mengatur kapan kita harus tidur dan apa yang harus kita makan. Ketika beranjak sekolah pun guru-guru berusaha mendisiplinkan kita. Jika terlambat atau tidak mengerjakan PR akan diberikan hukuman. Semua itu dilakukan agar kita terbiasa menjadi taat.
Begitu pula dalam kehidupan rohani, kita perlu melatih diri kita untuk berdisiplin rohani. Ketika aku membaca Alkitab, aku mendapati sebuah ayat mengatakan, “Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang” (1 Timotius 4:7b).
3-manfaat-melakukan-disiplin-rohani

Senin, 15 Januari 2018

Baca: 1 Timotius 4:11-16
Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kemurnianmu. (1 Timotius 4:12)



Image result for menjadi teladan


Zeny mengidolakan Agnes Monica. Albert suka sama SM*SH. Anton mengidolakan Ronaldo, pemain bola itu. Wah, hampir semua teman di kelas Tita punya idola masing-masing.
Banyak orang di dunia ini mengidolakan seseorang atau tokoh tokoh terkenal, dan menjadikan mereka sebagai teladannya.
Image result for idola

Jumat, 12 Januari 2018


1 Raja-raja 2:3:
“Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju,”

Kamis, 11 Januari 2018

Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. —Galatia 3:27

“Perubahan: Dari Dalam ke Luar atau dari Luar ke Dalam?” merupakan judul tajuk utama tentang tren populer saat ini.Tren itu menyajikan ide bahwa perubahan tampilan luar seperti merias wajah atau memperbaiki postur dapat menjadi cara mudah untuk mengubah perasaan dalam hati kita—bahkan mengubah hidup kita.

Sungguh konsep yang menarik! Siapa yang tidak ingin meningkatkan kualitas hidup semudah mengubah penampilan? Kebanyakan dari kita sudah mengalami sendiri sulitnya mengubah kebiasaan yang sudah mengakar, bahkan itu adalah usaha yang nyaris mustahil. Mudahnya mengubah penampilan luar telah memberikan harapan bahwa upaya meningkatkan kualitas hidup kita bisa dilakukan dengan lebih cepat.


Rabu, 10 Januari 2018


Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada (Kolose 4:5)

Setiap orang muda biasanya punya kesenangan atau hobi masing-masing. Ada yang senang mengisi waktu luang dengan membaca, nonton film, jalan-jalan, atau nge-game. Aktivitas nge-game memang asyik dan bisa membantu menyegarkan pikiran, tapi kalo berlebihan tetap aja nggak baik. Salah satu teman saya yang sempat jadi pecandu game online kini mulai merasakan akibatnya. Orang ini jadi agak susah bergaul dan sulit mempresentasikan produk-produk hasil kerjanya dengan maksimal. Ia juga kesulitan bangun pagi karena dulunya sering begadang sampai larut malam cuma untuk nge-game. Ia benar-benar sedang memboroskan waktunya!

Selasa, 09 Januari 2018

YESUS ADALAH JAWABAN

Yohanes 2:2-3

Injil Yohanes diawali mujizat pertama, Yesus merubah air menjadi anggur. Pesta perjamuan kawin di Kana telah "Kehabisan air anggur" (Yoh. 2:1-11) yang sangat penting dalam acara pernikahan. ini menggambarkan krisis yang sering terjadi dalam sebuah pernikahan. Krisis akan datang secara tiba-tiba melanda bahtera rumah tangga bagaikan kehabisan air anggur. Dalam keadaan sulit dan menghadapi jalan buntu, Yesus merupakan jawaban bagi problema rumah tangga kita.    
Image result for pusing

Senin, 08 Januari 2018


Siapa manusia yang tidak ingin hidupnya diberkati Tuhan ?
Setiap orang tentu ingin diberkati dalam hidup ini. Oleh sebab itu hal berkat atau diberkati seringkali menjadi fokus kehidupan manusia, demikian juga dengan orang Kristen. Bahkan tidak sedikit orang Kristen yang memberi penekanan lebih kepada hal berkat itu, sampai-sampai berkat dipakai sebagai tolok ukur kedewasaan rohani seseorang.
Tidak ada yang salah jika kita mengharapkan berkat dan diberkati dalam hidup ini. Tetapi ketika berkat dan keinginan diberkati itu menjadi satu-satunya fokus dalam hidup ini, maka kita sedang menyimpang dari apa yang Tuhan telah rancangkan mengenai berkat itu dalam hidup kita. Kita perlu menempatkan pemahaman tentang berkat itu ke dalam konteks yang benar. Melalui kisah Alkitab dalam Kejadian 12:1-3 kita dapat belajar tentang apa maksud Tuhan dengan berkat-Nya dalam kehidupan orang Kristen.

Image result for menjadi berkat


HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN

Sound Of Praise Bapa Kupercaya PadaMu

Kita dipilih Jpcc

Engkau Setia Jpcc

Makna Natal 2017

Dengan Apa Kan Kubalas

Pelayanan IG

Gabung yukkk
KOMSEL: Selasa jam 18:00 wita-selesai...
IG BERMISI: Jumat 18:00 wita - selasai...

Terima ayat harian

------------Yesus Adalah Tuhan-----------

Youth IG

Kutipan Tentang Kehidupan

Arti sebuah pengharapan

INDONESIA PRAYER MOVEMENT

Ilustrasi Pengorbanan Tuhan Yesus

3 Cara meniggalkan Masa Lalu

Ayat emas hari ini

Search

Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan

Buku Tamu

Popular Posts