Senin, 22 Januari 2018

Ayat Bacaan : Yeremia 20:1-18; Filipi 4:13

“Mengapa gerangan aku keluar dari kandungan, melihat kesusahan dan kedukaan, sehingga hari-hariku habis berlalu dalam malu” (Yeremia 20:18)

Mungkin ini berita gembira bagi para penderita stres.
Salah satu media memberitakan sebuah klinik di Amerika yang konon bisa mengurangi stres dengan Brainlink  alat untuk mengontrol “gelombang otak” (brainwave). Alat yang dirancang oleh Advanced Neurotechnologies dari Colorado Springs ini digunakan sebagai terapi stres. Caranya, si pasien dihubungkan dengan sebuah PC (komputer pribadi) melalui ikat kepala EEG (electro encephalography).
Pada ikat kepala ini terdapat sensor pendeteksi “gelombang otak”. Kemudian si penganalisis “mengatur” gelombang tersebut. Konon stres si pasien dapat dikurangi hingga 60%! Dunia mencoba memberikan solusi bagi orang stres, tetapi obat yang paling mujarab bukanlah itu. Hanya Allah sendiri yang dapat memberikan obat supranatural yang paling mujarab untuk para penderita stres.
Related image





Berbicara tentang ‘stres’, kalau Anda mendengar ada pengusaha stres gara-gara perusahaannya bangkrut itu sudah biasa. Kalau Anda mendengar ada konglomerat depresi gara-gara banknya dilikuidasi itu wajar. Tapi kalau ada nabi yang amat tersohor karena reputasinya sebagai hamba Tuhan yang penuh dedikasi, stres, frustasi, dan depresi, sepertinya tidak mungkin. Namun itu terjadi. Nabi yang sedang depresi ini adalah Yeremia. Mengapa Yeremia mengalami depresi yang begitu berat? Kalau misalnya Anda berada di tengah-tengah orang yang tidak sepaham dengan Anda dan setiap hari mereka memasang wajah yang angker, siap untuk menelan Anda hidup-hidup, kemudian Anda diperintahkan Tuhan untuk memberitakan firman yang akan “mengobok-obok” wajah mereka, apa Anda tidak ngeri? Apa Anda tidak stres?

Situasi seperti inilah yang terjadi dengan Yeremia. Allah menyampaikan firman tentang hukuman kepada penduduk Israel dan Yehuda melalui mulut nabi ini. Tentu saja setiap hari Yeremia mendapat dampratan, ancaman, intimidasi, dan penganiayaan dari orang-orang yang telah meninggalkan Tuhan itu. Yeremia stres. Yeremia depresi. Tetapi di tengah situasi yang runyam seperti ini ia masih bisa menyanyi dan bersyukur karena janji-janji Allah (ay. 12, 13).
Mari kita lihat kisah kemenangan Elia yang menjadi buah bibir di seluruh Israel saat ia “meng-KO” 450 nabi Baal dalam salah satu kontes menurunkan api untuk membuktikan siapakah sebenarnya Allah yang benar, Tuhan ataukah Baal (1 Raja-raja 18).
Melalui kontes itu diketahuilah bahwa Allah Israel adalah Allah yang benar saat api dari langit membakar habis seluruh korban bakaran. Para nabi Baal yang gagal menurunkan api disembelih di sungai Kison. Ratu Izebel marah besar. Akhirnya Elia menjadi buronan nomor satu bagi Izebel. Elia stres, frustasi, dan depresi. Bahkan ia ingin mati saja (1 Raja-raja 19:4). Tetapi di tengah-tengah keputusasaannya, Allah memberikan kekuatan dengan memberinya roti bakar dan air. Melalui makanan ini ia dapat berjalan 40 hari 40 malam.

Renungan:
Allah menyediakan kekuatan bagi yang stres dan mengalami depresi.
Ia tahu seberapa besar kemampuan kita menanggung depresi.
Saat depresi mencapai puncaknya, percayalah bahwa Dia akan memberikan kekuatan-Nya.

Hadirat Tuhan adalah puncak segala refreshing.

0 komentar:

Posting Komentar

HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN

Sound Of Praise Bapa Kupercaya PadaMu

Kita dipilih Jpcc

Engkau Setia Jpcc

Makna Natal 2017

Dengan Apa Kan Kubalas

Pelayanan IG

Gabung yukkk
KOMSEL: Selasa jam 18:00 wita-selesai...
IG BERMISI: Jumat 18:00 wita - selasai...

Terima ayat harian

------------Yesus Adalah Tuhan-----------

Youth IG

Kutipan Tentang Kehidupan

Arti sebuah pengharapan

INDONESIA PRAYER MOVEMENT

Ilustrasi Pengorbanan Tuhan Yesus

3 Cara meniggalkan Masa Lalu

Ayat emas hari ini

Search

Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan

Buku Tamu

Popular Posts